Komentar anda yang sangat bodoh (di Instagram). Ibu Negara yang seharusnya mengayomi rakyat dan bersikap lemah lembut kepada rakyat ternyata membuat blunder yang membuat malu dirinya dan mungkin juga rakyat negeri ini. Betapa tidak, ibu Ani kembali mengeluarkan komentar yang sangat tidak pantas dikeluarkan oleh seorang Ibu negara dengan “memaki” rakyatnya bodoh dalam akun instagramnya.
Berikut ini petikan komentar ibu Ani kepada salah seorang komentator yang mengkritik pakaian ibu negara karena memakai batik saat ke pantai:
“aniyudhoyono @erie_nya Subhanallah, komentar anda yang sangat bodoh. Koq anda tidak berpikir bahwa kami sedang melakukan kunjungan, dan mampir sebentar ke pantai itu, sekalian lewat? Come on, apa tak ada komentar lain yang lebih bisa diterima siapa saja? Baju batik sudah dikenakan dimana2, bukan hanya untuk acara resmi saja, namun juga acara setengah resmi, bahkan santai,” tulis Bu Ani dalam instagramnya , 20 jam lalu.
Memang sih sebagai ibu negara boleh marah dan menanggapi komentar seseorang, namun tidaklah sampai memaki dengan kata-kata “bodoh”. Guru disekolah saja dilarang mengatai muridnya bodoh. Dan kalau rakyat bodoh berarti yang salah adalah presidennya yaitu pak SBY sendiri yang notabene adalah suami bu Ani Yudhoyono.
Kepala negara yang bertanggung jawab terhadap pendidikkan rakyatnya. Melalui pembantunya yaitu menteri pendidikkan, seorang SBY harus memandaikan rakyat sendiri. Apakah tugas SBY membuat rakyat Indonesia menjadi pandai. Kalau sudah kenapa masih ada orang berkomentar yang menurut ibu Ani adalah komentar yang bodoh?
Selang berapa lama, akun @erie_nya membalas komentar Bu Ani. “erie_nya @aniyudhoyono iya Ibu, saya barangkali memang masuk dalam golongan orang Indonesia yang masih bodoh. semoga Ibu berkenan memberi saya pencerahan agar kelak saya bisa pintar seperti Ibu. tapi memang, jika tak ada orang bodoh, mereka yang pintar jadi tak begitu memiliki arti.. *saya ngga cari ngetop. saya cuma kasih komen yang tak memuji. Jika Tuhan saja bisa mengampuni dosa-dosa saya, saya percaya Ibu pun akan memberi maaf kepada saya, kepada salah satu warga negara Indonesia yang masih bodoh.. Doa saya selalu, agar Ibu dan Bapak Presiden sekeluarga terus sehat dan senantiasa mampu untuk membuat negara ini maju dan membuat pintar warga negara yang masih bodoh seperti saya. Maafkan jika komentar2 saya sebelumnya membuat Ibu tidak berkenan.”
Komentar balasan itu merupakan pukulan telak untuk ibu Ani yang notabene sebagai ibu negara dan juga kepada SBY sang suami sebagai presiden atau kepala negara yang seharusnya mendidik rakyat menjadi pintar.
Berikut ini petikan komentar ibu Ani kepada salah seorang komentator yang mengkritik pakaian ibu negara karena memakai batik saat ke pantai:
“aniyudhoyono @erie_nya Subhanallah, komentar anda yang sangat bodoh. Koq anda tidak berpikir bahwa kami sedang melakukan kunjungan, dan mampir sebentar ke pantai itu, sekalian lewat? Come on, apa tak ada komentar lain yang lebih bisa diterima siapa saja? Baju batik sudah dikenakan dimana2, bukan hanya untuk acara resmi saja, namun juga acara setengah resmi, bahkan santai,” tulis Bu Ani dalam instagramnya , 20 jam lalu.
Memang sih sebagai ibu negara boleh marah dan menanggapi komentar seseorang, namun tidaklah sampai memaki dengan kata-kata “bodoh”. Guru disekolah saja dilarang mengatai muridnya bodoh. Dan kalau rakyat bodoh berarti yang salah adalah presidennya yaitu pak SBY sendiri yang notabene adalah suami bu Ani Yudhoyono.
Kepala negara yang bertanggung jawab terhadap pendidikkan rakyatnya. Melalui pembantunya yaitu menteri pendidikkan, seorang SBY harus memandaikan rakyat sendiri. Apakah tugas SBY membuat rakyat Indonesia menjadi pandai. Kalau sudah kenapa masih ada orang berkomentar yang menurut ibu Ani adalah komentar yang bodoh?
Selang berapa lama, akun @erie_nya membalas komentar Bu Ani. “erie_nya @aniyudhoyono iya Ibu, saya barangkali memang masuk dalam golongan orang Indonesia yang masih bodoh. semoga Ibu berkenan memberi saya pencerahan agar kelak saya bisa pintar seperti Ibu. tapi memang, jika tak ada orang bodoh, mereka yang pintar jadi tak begitu memiliki arti.. *saya ngga cari ngetop. saya cuma kasih komen yang tak memuji. Jika Tuhan saja bisa mengampuni dosa-dosa saya, saya percaya Ibu pun akan memberi maaf kepada saya, kepada salah satu warga negara Indonesia yang masih bodoh.. Doa saya selalu, agar Ibu dan Bapak Presiden sekeluarga terus sehat dan senantiasa mampu untuk membuat negara ini maju dan membuat pintar warga negara yang masih bodoh seperti saya. Maafkan jika komentar2 saya sebelumnya membuat Ibu tidak berkenan.”
sby dan keluarga di pantai. ©instagram@aniyudhoyono
Tidak dipungkiri negeri ini memang sudah maju pendidikkannya, sudah banyak rakyat menjadi sarjana. Tapi apakah bisa dijamin seorang sarjana itu sudah pintar. Apakah pendidikkan sarjana di universitas-universitas itu sudah bisa membuat para sarjana itu pintar?
Kalau memang para sarjana itu pintar tak mungkin banyak sarjana yang jadi pengangguran. Walaupun para sarjana itu ada yang bekerja menjadi pegawai tapi kelakuannya juga masih banyak yang bodoh. Masih malas-malasna bekerja, masih berbuat curang dan korupsi. Apakah itu bisa dikatakan sarjana yang pintar? Ya kalau pintar dalam arti negatif mungkin saja yaitu pintar mencurangi dan mencuri uang rakyatnya sendiri.
Seharusnya bu Ani dalam berinteraksi dalam dunia maya harus bisa menahan diri dan emosi. Namanya juga dunia maya, begitu banyak jenis manusia yang tidak dikenal dan tidak diketahui keberadaannya mudah berinteraksi dengan kita. Kalau kita menaggapi secara emosional tak mengapa jika kita rakyat biasa. Namun untuk akun yang sudah terverifikasi sebagai ibu negara sekaliber ibu Ani Yudhoyono seharusnya lebih bijak dalam berionteraksi di dunia maya. Ataukah ibu Ani masih mengalami “puber” socmed, seperti yang dialami anak-anak ABG yang baru mengenal somed? Ah, saya rasa tidak.
Kalau memang para sarjana itu pintar tak mungkin banyak sarjana yang jadi pengangguran. Walaupun para sarjana itu ada yang bekerja menjadi pegawai tapi kelakuannya juga masih banyak yang bodoh. Masih malas-malasna bekerja, masih berbuat curang dan korupsi. Apakah itu bisa dikatakan sarjana yang pintar? Ya kalau pintar dalam arti negatif mungkin saja yaitu pintar mencurangi dan mencuri uang rakyatnya sendiri.
Seharusnya bu Ani dalam berinteraksi dalam dunia maya harus bisa menahan diri dan emosi. Namanya juga dunia maya, begitu banyak jenis manusia yang tidak dikenal dan tidak diketahui keberadaannya mudah berinteraksi dengan kita. Kalau kita menaggapi secara emosional tak mengapa jika kita rakyat biasa. Namun untuk akun yang sudah terverifikasi sebagai ibu negara sekaliber ibu Ani Yudhoyono seharusnya lebih bijak dalam berionteraksi di dunia maya. Ataukah ibu Ani masih mengalami “puber” socmed, seperti yang dialami anak-anak ABG yang baru mengenal somed? Ah, saya rasa tidak.
Saya bukan orang yang berpengaruh, itu sudah pasti, karena saya tidak punya apa-apa? Bukan kolongmerat, bukan pejabat elite, tapi saya hanya seorang Staff IT di sebuah perusahaan. Yang pasti , ada yang menarik bahwa sebenarnya orang lain terpengaruh dengan kita, bukan karena kedudukan kita atau kekayaan kita, meliankana masih banyak faktor lain sehingga sampai pada kondisi dimana kita bisa mempengaruhi orang lain. Bahasa gampangnya, bagaimana sih caranya mempengaruhi orang lain? Itu yang akan kita bahas kali ini, Ambil napas dulu oke.
Berikut ini adalah seni dan teknik yang saya catat dari pendiri www.IlmuKomputer.com , Pa Romi Satrio Wahono berikut pemaparan dari Pa Romi Satrio Wahono yang terkenal dengan dari kutu kupret menjadi kutu buku dan akhirnya menjadi kutu loncat . Berikut ini teknik mempengaruhi orang lain menurut versi Pa Romi Satrio Wahono:
” Bagaimana juga pemahaman terhadap teknik mempengaruhi (influence tactics)orang lain menjadi satu spektrum penting, tidak hanya untuk seorang politikus, tetapi juga untuk para pemimpin, baik formal mauapun informal, pelatih bola, salesman, dan juga diperlukan bagi para pedjoeng IT yang sedang dalam usaha memperjuangkan ide-idenya. Usaha mengubah sikap, opini, dan perilaku orang lain(target person)dalam satu rnagka proses yang fitrah, smooth, dan tanpa pertentangan, adalah muatan penting dari taktik atau teknik mempengaruhi.
Sebenaranya, taktik memengaruhi orang lain telah diformulasikan oleh banyak pakar dan peneliti, tentu bukan didesain untuk memengaruhi orang dalam perbuatan kejahatan. Perlakuan diharapkan tetap ada dalam rel kebenaran, dan implementasinya ke dalam spekrum berfikir menuju kepemimpinan yang efektif ( effective leadership ). Misalnya, dalam menajemen organisasi, di mana seorang manajer dituntut untuk mengajak seluruh elemen organisasi bersama-sama dalam menyelesaikan permasalahan organisasi, menuju tujan organisasi yang ingin dicapai. Seorang pelatih dan manager bola yang memimpin pemain-pemain kelas dunia dan ingin mereka semua bisa bersatu, berjuang memenangkan pertandingan.
Beberapa teori dan formulasi tentang taktik atau teknik memengaruhi telah bermunculan sejak 20 tahun yang lalu (Kipnis-1980;Schriesheim-1990;Yulk-1992, Ferris-1997). Dari persetuan pendapat yang ada, boleh dikatakan yang banyak diterapkan dan dimutasikan dalam penlitian lanjutan adalah metode Influence Behavior Questionanaire(IBQ). Suatau metode yang dikembangakan oleh penelitiyang bernama Gry Yukl(1992), profesor di University at Albany, Amerika. Metode IBQ memformulasikan sembilan strategi dan teknik memengaruhi orang lain.
· Rational Persuasion : Adalah siasat meyakinkan orang lain dengan menggunakan argumen yang logis dan rasional. Seorang doker yang memberikan nasihat kepada pasien peroko berat , dengan menjelaskan efek buruk merokok bagi paru-paru dan hasil penelitian yang membuktikan bahwa para perokok lebih rentan menderita penyait kronis lain, adalah salah satu contoh rational persuasion ini.
· Inspiration Appeals Tactics : Adalah siasat dengan meminta ide atau proposal untuk membangkitkan rasa antusias dan semangat dari target person.Contohnya nyata penerapannya adalah seorang menteri yang membawakan departemen komunikasi dan informasi (kominfo), yang membuka kesempatan kepada seluruh komunitas IT untuk membuat proposal dan ide tentang penerapan e-goverment di suatu negeri.
· Consultation Tactics: Terjadi ketika kita meminta target person untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang kita agendakan. Misalnya adalah menteri kominfo tersebut yang kembali berkonsultasi kepada seluruh komunitas IT d suatu negeri dalam upaya mengajak partisipasi aktif dalam implementasi cetak biru e-goverment yang telah diproduksi oleh departemenya.
· Ingratiation Tactics : Adalah suatu siasat di mana ia berusaha membuat senangtarget person, sebelum mengajukan permintaan yang sebenarnya. Senda gurau seorang salesman terhadap bawahan sebelum memberikan tugas baru, atapun traktiran makan seorang patner bisnis adalah termasuk dalam ingratiation tacticini.
· Personal Appeals Tactics : Terjadi ketika kita berusaha mempengaruhi target person denganlandasan hubungan persahabatan, pertemanan atau hal yang bersifat personal lainnya. Kita bisa mengimlemantasikannya dengan memulai pembicaraan, misalnya dengan , ” saya sebenarnya nggak enak mau ngomong seperti ini, tapi karena kita sudah bersahabat cukup lama dan saya yakin kamu sudah paham mengenai diri saya ……”
· Exchange Tactics : Adalah mirip dengan personal appeal tactics, namun sifatnya adalah bukan karena adanya proses pertukaran pemahaman terhadap kesuksesan, kesenangan, hobi, dan sebagainya diantara kita dan target person.
· Coalition Tactics: Adalah suatu siasat di mana kita berkoalisi dan meminta bantuan pihak lain untuk mempengaruhi target person. Startegi kemenangan karena jumlah pengikut dipakai dalam siasat ini.
· Pressure Tactics : Terjadi di mana kita memengaruhi target person dengan peringatan ataupun ancaman yang menekan. Seorang komandan pasukan yang memberikan ancaman penurunan pangkat bagi prajurit yang mengulangi kesalahan serupa merupakan contoh implemantasi pressure tactics ini.
· Legitimizing Tactics : Adalah satu siasat di mana kita menggunaan otoritas dan kedudukan kita untuk memengaruhi target person. Presiden yang meminta seorang mentri untuk menyusun rancangan undang-undang, kepala sekolah yang meminta guru menyusun kurikulum pendidikan adalah beberapa contoh penerapan legitimizing tactics. “
Ya itulah yang dibilang Pa Romi Satrio Wahono tentang teknik mempengaruhi orang lain, semoga bermanfaat dan sekarang kita tinggal terapin saja dalam kehidupan nyata kita. Silahkan kembali berproses dalam kehidupan nyata.
Berikut ini adalah seni dan teknik yang saya catat dari pendiri www.IlmuKomputer.com , Pa Romi Satrio Wahono berikut pemaparan dari Pa Romi Satrio Wahono yang terkenal dengan dari kutu kupret menjadi kutu buku dan akhirnya menjadi kutu loncat . Berikut ini teknik mempengaruhi orang lain menurut versi Pa Romi Satrio Wahono:
” Bagaimana juga pemahaman terhadap teknik mempengaruhi (influence tactics)orang lain menjadi satu spektrum penting, tidak hanya untuk seorang politikus, tetapi juga untuk para pemimpin, baik formal mauapun informal, pelatih bola, salesman, dan juga diperlukan bagi para pedjoeng IT yang sedang dalam usaha memperjuangkan ide-idenya. Usaha mengubah sikap, opini, dan perilaku orang lain(target person)dalam satu rnagka proses yang fitrah, smooth, dan tanpa pertentangan, adalah muatan penting dari taktik atau teknik mempengaruhi.
Sebenaranya, taktik memengaruhi orang lain telah diformulasikan oleh banyak pakar dan peneliti, tentu bukan didesain untuk memengaruhi orang dalam perbuatan kejahatan. Perlakuan diharapkan tetap ada dalam rel kebenaran, dan implementasinya ke dalam spekrum berfikir menuju kepemimpinan yang efektif ( effective leadership ). Misalnya, dalam menajemen organisasi, di mana seorang manajer dituntut untuk mengajak seluruh elemen organisasi bersama-sama dalam menyelesaikan permasalahan organisasi, menuju tujan organisasi yang ingin dicapai. Seorang pelatih dan manager bola yang memimpin pemain-pemain kelas dunia dan ingin mereka semua bisa bersatu, berjuang memenangkan pertandingan.
Beberapa teori dan formulasi tentang taktik atau teknik memengaruhi telah bermunculan sejak 20 tahun yang lalu (Kipnis-1980;Schriesheim-1990;Yulk-1992, Ferris-1997). Dari persetuan pendapat yang ada, boleh dikatakan yang banyak diterapkan dan dimutasikan dalam penlitian lanjutan adalah metode Influence Behavior Questionanaire(IBQ). Suatau metode yang dikembangakan oleh penelitiyang bernama Gry Yukl(1992), profesor di University at Albany, Amerika. Metode IBQ memformulasikan sembilan strategi dan teknik memengaruhi orang lain.
· Rational Persuasion : Adalah siasat meyakinkan orang lain dengan menggunakan argumen yang logis dan rasional. Seorang doker yang memberikan nasihat kepada pasien peroko berat , dengan menjelaskan efek buruk merokok bagi paru-paru dan hasil penelitian yang membuktikan bahwa para perokok lebih rentan menderita penyait kronis lain, adalah salah satu contoh rational persuasion ini.
· Inspiration Appeals Tactics : Adalah siasat dengan meminta ide atau proposal untuk membangkitkan rasa antusias dan semangat dari target person.Contohnya nyata penerapannya adalah seorang menteri yang membawakan departemen komunikasi dan informasi (kominfo), yang membuka kesempatan kepada seluruh komunitas IT untuk membuat proposal dan ide tentang penerapan e-goverment di suatu negeri.
· Consultation Tactics: Terjadi ketika kita meminta target person untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang kita agendakan. Misalnya adalah menteri kominfo tersebut yang kembali berkonsultasi kepada seluruh komunitas IT d suatu negeri dalam upaya mengajak partisipasi aktif dalam implementasi cetak biru e-goverment yang telah diproduksi oleh departemenya.
· Ingratiation Tactics : Adalah suatu siasat di mana ia berusaha membuat senangtarget person, sebelum mengajukan permintaan yang sebenarnya. Senda gurau seorang salesman terhadap bawahan sebelum memberikan tugas baru, atapun traktiran makan seorang patner bisnis adalah termasuk dalam ingratiation tacticini.
· Personal Appeals Tactics : Terjadi ketika kita berusaha mempengaruhi target person denganlandasan hubungan persahabatan, pertemanan atau hal yang bersifat personal lainnya. Kita bisa mengimlemantasikannya dengan memulai pembicaraan, misalnya dengan , ” saya sebenarnya nggak enak mau ngomong seperti ini, tapi karena kita sudah bersahabat cukup lama dan saya yakin kamu sudah paham mengenai diri saya ……”
· Exchange Tactics : Adalah mirip dengan personal appeal tactics, namun sifatnya adalah bukan karena adanya proses pertukaran pemahaman terhadap kesuksesan, kesenangan, hobi, dan sebagainya diantara kita dan target person.
· Coalition Tactics: Adalah suatu siasat di mana kita berkoalisi dan meminta bantuan pihak lain untuk mempengaruhi target person. Startegi kemenangan karena jumlah pengikut dipakai dalam siasat ini.
· Pressure Tactics : Terjadi di mana kita memengaruhi target person dengan peringatan ataupun ancaman yang menekan. Seorang komandan pasukan yang memberikan ancaman penurunan pangkat bagi prajurit yang mengulangi kesalahan serupa merupakan contoh implemantasi pressure tactics ini.
· Legitimizing Tactics : Adalah satu siasat di mana kita menggunaan otoritas dan kedudukan kita untuk memengaruhi target person. Presiden yang meminta seorang mentri untuk menyusun rancangan undang-undang, kepala sekolah yang meminta guru menyusun kurikulum pendidikan adalah beberapa contoh penerapan legitimizing tactics. “
Ya itulah yang dibilang Pa Romi Satrio Wahono tentang teknik mempengaruhi orang lain, semoga bermanfaat dan sekarang kita tinggal terapin saja dalam kehidupan nyata kita. Silahkan kembali berproses dalam kehidupan nyata.
Belum stabilnya rupiah masih terasa sampai dengan saat ini. Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus terpantau sampai menembus Rp 11.195 pada 7 Oktober 2013 (GATRA). Bahkan, pengamat Ekonomi Rizal Ramri memprediksi bahwa nilai rupiah terhadap dollar bisa menembus Rp 13.000. Walaupun Menteri Keuangan RI, M.Chatib Basri sempat mengeluarkan 4 paket kebijakan beberapa bulan yang lalu, namun pasar tidak merespon positif terhadap upaya penanganan kondisi perekonomian domestik ini.
Salah satu yang juga mengkhawatirkan dari rentetan tragedi potensi krisis ini adalah defisit neraca perdagangan. Tercatat defisit neraca perdagangan pada Juli 2013 sebesar 2,3 milliar dollar AS dibandingkan defisit pada Juni 2013 sebesar 0,9 milliar dollar AS. Defisit neraca perdagangan ini paling besar berasal dari Impor di sektor Minyak dan Gas (Antaranews.com). Dalam kaitannya ini tentu saja ada tanggung jawab paralel antara Kementrian Perdagangan RI dan Kementrian ESDM RI terhadap realita defisit neraca perdagangan pada tahun 2013 ini.
Konsumerisme
Memang kita tidak bisa begitu saja melepaskan fakta melemahnya nilai tukar rupiah ini dari perspektif konsumerisme. Budaya konsumsi dan hidup bermegah-megahan sudah menjadi ikon masyarakat Indonesia di mata dunia. Tak pelak negara-negara barat berburu pasar di Indonesia untuk menancapkan pengaruh bisnisnya di negeri berpenduduk 250 Juta orang ini. Pasar yang empuk memang untuk negara-negara barat merebut pundi-pundi kekayaan disini dengan mengawinkan budaya hedon masyarakat kita.
Pada sektor pangan, tercatat bahwa Konsumsi beras per kapita orang Indonesia per tahun mencapai 139 kg, konsumsi beras ini tercatat tertinggi di dunia. Impor beras ini parahnya lagi justru dari negara tetangga seperti Thailand dan Myanmar yang notabene memiliki lahan sawah lebih kecil dari Indonesia (detik.com). Kuantitas beras yang diimpor ini ternyata tidak sepenuhnya habis untuk biaya konsumsi masyarakat, akan tetapi menyelinap masuk ke dalam kegiatan industri yang jumlahnya cukup besar menarik jatah konsumsi masyarakat Indonesia.
Kemudian lihat saja pada bisnis ponsel. Ponsel adalah produk kelima terbesar barang yang diimpor dari luar negeri oleh Indonesia. Pada Juni 2013 saja dana yang harus dikeluarkan oleh negara sebesar 1,2 milliar dollar AS. Sedangkan total biaya impor ponsel pada tahun 2012 mencapai 2,6 milliar dollar AS (VivaNews). Kementrian Perindustrian RI pun mengatakan bahwa kegiatan mengimpor ponsel ini menjadi penyebab defisitnya keuangan negara.
Pada bisnis automotif, Indonesia sering melakukan kerjasama bilateral dengan beberapa negara, salah satunya Jepang. Pada zaman Presiden Soeharto, ada kebijakan larangan mobil impor di atas 3000 cc. Akan tetapi, pada rezim saat ini, justru mobil di atas 3000 cc sudah tak mampu terbendung. Dampaknya tentu saja ganda. Pertama biaya impor kita yang menggunakan dollar AS menjadi besar dan kedua konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin meningkat yang berujung pada upaya impor Migas. Menurut Kementrian Perindustrian RI, pada kesepakatan IJEPA (Indonesia Japan Economic Partnership Agreement) yang sudah dimulai sejak 1 Juli 2008 saja memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap biaya tarif impor yang mengalami degradasi cukup besar. Semula tarif impor yang dikenakan sebesar 45%, namun, berdasarkan IJEPA ini, tarif impor turun menjadi hanya 4% untuk mobil-mobil di atas 3000 cc. Wajar saja jika kemudian kita semakin tidak berdaya dan ditambah budaya konsumtif warga kelas menengah atas yang tidak ingin ketinggalam kesempatan untuk menaikan strata sosialnya di masyarakat.
Fakta bahwa budaya konsumsi Indonesia yang cukup tinggi ini terutama pada barang-barang mewah menyebabkan biaya yang harus dikeluarkan negara untuk membayar itu semua cukup membebani. Sampai sejauh ini masyarakat memang tidak sadar jika potensi krisis di tahun 2013 ini lebih besar diakibatkan oleh kosumerisme laten masyarakat Indonesia.
Tantangan Krisis Ekonomi 2013
Melihat gejolak pasar akibat terus tidak pastinya rupiah dalam perdagangan internasional, banyak dari para spekulan kemudian bermain layaknya George Soros ketika krisis Asia tahun 1997/1998 dengan melarikan uangnya ke negara lain secara mendadak. Efek ini dipastikan akan berpotensi pada kejadian yang sama seperti pada tahun 1997/1998. Tanda-tandanya antara lain melemahnya bath di Thailand sampai impor kedelai yang begitu sulit.
Kekhawatiran ini ditambah lagi dengan cadangan devisa kita yang menurut Bank Indonesia hanya sebesar 93 milliar dollar AS pada akhir Agustus 2013. Cadangan devisa ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk bisa mendongkrak kebutuhan-kebutuhan infrastruktur sampai mengimpor barang-barang mewah.
Satu-satunya cara yang paling tepat dilakukan oleh masyarakat Indonesia adalah dengan menggeser pola hidup dari yang konsumtif menjadi produktif. Paling tidak masyarakat Indonesia mulai menurunkan kadar konsumsi mereka terutama dari barang-barang mewah yang berasal dari negara-negara asing.
M.Reza S.Zaki S.H. (@RezaSZaki)
Salah satu yang juga mengkhawatirkan dari rentetan tragedi potensi krisis ini adalah defisit neraca perdagangan. Tercatat defisit neraca perdagangan pada Juli 2013 sebesar 2,3 milliar dollar AS dibandingkan defisit pada Juni 2013 sebesar 0,9 milliar dollar AS. Defisit neraca perdagangan ini paling besar berasal dari Impor di sektor Minyak dan Gas (Antaranews.com). Dalam kaitannya ini tentu saja ada tanggung jawab paralel antara Kementrian Perdagangan RI dan Kementrian ESDM RI terhadap realita defisit neraca perdagangan pada tahun 2013 ini.
Konsumerisme
Memang kita tidak bisa begitu saja melepaskan fakta melemahnya nilai tukar rupiah ini dari perspektif konsumerisme. Budaya konsumsi dan hidup bermegah-megahan sudah menjadi ikon masyarakat Indonesia di mata dunia. Tak pelak negara-negara barat berburu pasar di Indonesia untuk menancapkan pengaruh bisnisnya di negeri berpenduduk 250 Juta orang ini. Pasar yang empuk memang untuk negara-negara barat merebut pundi-pundi kekayaan disini dengan mengawinkan budaya hedon masyarakat kita.
Pada sektor pangan, tercatat bahwa Konsumsi beras per kapita orang Indonesia per tahun mencapai 139 kg, konsumsi beras ini tercatat tertinggi di dunia. Impor beras ini parahnya lagi justru dari negara tetangga seperti Thailand dan Myanmar yang notabene memiliki lahan sawah lebih kecil dari Indonesia (detik.com). Kuantitas beras yang diimpor ini ternyata tidak sepenuhnya habis untuk biaya konsumsi masyarakat, akan tetapi menyelinap masuk ke dalam kegiatan industri yang jumlahnya cukup besar menarik jatah konsumsi masyarakat Indonesia.
Kemudian lihat saja pada bisnis ponsel. Ponsel adalah produk kelima terbesar barang yang diimpor dari luar negeri oleh Indonesia. Pada Juni 2013 saja dana yang harus dikeluarkan oleh negara sebesar 1,2 milliar dollar AS. Sedangkan total biaya impor ponsel pada tahun 2012 mencapai 2,6 milliar dollar AS (VivaNews). Kementrian Perindustrian RI pun mengatakan bahwa kegiatan mengimpor ponsel ini menjadi penyebab defisitnya keuangan negara.
Pada bisnis automotif, Indonesia sering melakukan kerjasama bilateral dengan beberapa negara, salah satunya Jepang. Pada zaman Presiden Soeharto, ada kebijakan larangan mobil impor di atas 3000 cc. Akan tetapi, pada rezim saat ini, justru mobil di atas 3000 cc sudah tak mampu terbendung. Dampaknya tentu saja ganda. Pertama biaya impor kita yang menggunakan dollar AS menjadi besar dan kedua konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin meningkat yang berujung pada upaya impor Migas. Menurut Kementrian Perindustrian RI, pada kesepakatan IJEPA (Indonesia Japan Economic Partnership Agreement) yang sudah dimulai sejak 1 Juli 2008 saja memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap biaya tarif impor yang mengalami degradasi cukup besar. Semula tarif impor yang dikenakan sebesar 45%, namun, berdasarkan IJEPA ini, tarif impor turun menjadi hanya 4% untuk mobil-mobil di atas 3000 cc. Wajar saja jika kemudian kita semakin tidak berdaya dan ditambah budaya konsumtif warga kelas menengah atas yang tidak ingin ketinggalam kesempatan untuk menaikan strata sosialnya di masyarakat.
Fakta bahwa budaya konsumsi Indonesia yang cukup tinggi ini terutama pada barang-barang mewah menyebabkan biaya yang harus dikeluarkan negara untuk membayar itu semua cukup membebani. Sampai sejauh ini masyarakat memang tidak sadar jika potensi krisis di tahun 2013 ini lebih besar diakibatkan oleh kosumerisme laten masyarakat Indonesia.
Tantangan Krisis Ekonomi 2013
Melihat gejolak pasar akibat terus tidak pastinya rupiah dalam perdagangan internasional, banyak dari para spekulan kemudian bermain layaknya George Soros ketika krisis Asia tahun 1997/1998 dengan melarikan uangnya ke negara lain secara mendadak. Efek ini dipastikan akan berpotensi pada kejadian yang sama seperti pada tahun 1997/1998. Tanda-tandanya antara lain melemahnya bath di Thailand sampai impor kedelai yang begitu sulit.
Kekhawatiran ini ditambah lagi dengan cadangan devisa kita yang menurut Bank Indonesia hanya sebesar 93 milliar dollar AS pada akhir Agustus 2013. Cadangan devisa ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk bisa mendongkrak kebutuhan-kebutuhan infrastruktur sampai mengimpor barang-barang mewah.
Satu-satunya cara yang paling tepat dilakukan oleh masyarakat Indonesia adalah dengan menggeser pola hidup dari yang konsumtif menjadi produktif. Paling tidak masyarakat Indonesia mulai menurunkan kadar konsumsi mereka terutama dari barang-barang mewah yang berasal dari negara-negara asing.
M.Reza S.Zaki S.H. (@RezaSZaki)


